Jerman yang kita kenal adalah Jerman yang selalu teratur, on time, punya kenangan tentang Tembok Berlin, sekolah gratis, punya sejarah tentang NAZI, dan sebagainya.
Berbagai bentuk bayangan dan pikiran tentang Jerman itulah yang hampir pasti akan selalu membayangi kita jika pertama kali akan berangkat ke Jerman, sebuah negara maju di jantung Eropa yang punya sejarah tentang terbelahnya negara menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur sejak tahun 1950-an dan menyatu kembali sejak tahun 1989. Begitulah, ketika menginjakkan kaki di bandara kota Frakfurt di pagi buta pada akhir minggu pertama bulan November di awal musim dingin tahun 2003 lalu, bayangan tentang Jerman pun menjadi kenyataan. Dengan masih menanggung kelelahan sejak penerbangan 12 jam dari Kuala Lumpur, dimana sepanjang waktu itu kita hanya bisa menjumpai malam karena semakin menjauhi matahari di khatulistiwa, pada pukul 5 pagi para penumpang harus diperiksa paspornya. Sejak tergabung menjadi Uni Eropa beberapa tahun lalu, perlakuan imigrasi terhadap orang-orang yang masuk ke Jerman dan juga negara-negara lain yang tergabung dalam Uni Eropa, dikategorikan menjadi warga Uni Eropa atau non Uni Eropa. Dengan strategi menunjukkan tiket kembali ke Indonesia, mudahlah lolos dari pemeriksaan imigrasi. Dan akhirnya, setelah beberapa menit memelototi bermacam-macam tas dari bagasi yang telah keluar dari Malaysia Airlines, akhirnya tas berisi baju-baju hangat untuk dua minggu tinggal di Jerman berhasil didapatkan.
Tapi, perjalanan belum selesai, karena ternyata lokasi penerbangan pesawat Luftansa untuk melanjutkan penerbangan ke Koln berada di terminal lain dimana untuk menuju kesana harus ditempuh dengan kereta layang selama kurang lebih 5 menit. Bandara Frankfurt yang besar kadang juga membuat bingung bagi mereka yang baru pertama kali datang, karenanya kita harus cermat membaca petunjuk arah yang akan kita tuju. Tapi jangan khawatir, petugas-petugas yang cukup ramah akan membantu kita menginformasikan apapun yang kita inginkan.
Untuk menghilangkan kebosanan menunggu selama kurang lebih 4 jam, berjalan-jalan di pertokoan di komplek bandara akan sangat menyenangkan, apalagi saat itu menjelang Natal. Bertemu dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia dengan rencana perjalanan masing-masing, dengan berbagai adegan perpisahan maupun pertemuan, sungguh sesuatu yang exciting. Hm…saya jadi ingat film Love Actually, dimana sutradaranya mendapat inspirasi dari melihat berbagai adegan yang menunjukkan kasih sayang di bandara, benar-benar cinta itu ternyata ada di mana-mana.
Frankfurt adalah bandara tersibuk ketiga di daratan Eropa setelah Bandara Charles de Gaulle di Paris dan Schipol di Amsterdam, dan tentu saja bandara Heathrow London adalah yang paling sibuk, bahkan tersibuk di dunia. Perjalanan Frankfurt-Koln ditempuh selama kurang lebih 30 menit, dan rasanya belum puas melihat pemandangan Jerman dari atas selama penerbangan itu. Tak apalah, karena di sebelah kursi saya ada seorang pria keren J tapi saya terlalu malu untuk mengajak bicara. Dan beberapa waktu kemudian, kami saling terpana di Bandara Konrad Adenuer Koln karena ternyata dia adalah delegasi dari Guatemala untuk acara seminar yang sama dengan saya di Gummersbach. Tak sabar rasanya saya bertemu teman-teman dari seluruh penjuru dunia, dari negara-negara yang sedang berkembang (Asia, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Eropa Timur)
Salam sayang buat sahabat-sahabat saya : Manuel (Guatemala), Aruna (Nepal), Salma (Pakistan), John Paolo (Philipina), Sara (Malaysia), Jamal (Jordania), Lorice (Palestina), Avinoam (Israel), Juan (Nicaragua), Irakli (Georgia), Vali (Azerbaijan), Ina, Ekaterina, dan Alexej (Rusia), Christian (Paraguay), Alejandro (Costa Rica), Vicky (Argentina), Ana (Mexico), Leon (Afrika Selatan), Victor Moyo (Zimbabwe), Fatma (Tanzania), Ahmed (Mesir), dan Ilze yang cantik (Latvia). Juga para panitia di Leadership Seminar Frederick Naumann Stiftung (FNSt) Feline, Wulf, Christine, dll.
Ada kelanjutannya……..tunggu ya…nanti akan saya ajak anda keliling Koln, Frakfurt, Gummersach, Magdeburg dan Berlin……juga kota-kota kecil di sepanjang sungai Rhein…dan pabrik mobil Volkswagen alias VW !!
Sementara ada foto Ilze Selakova yang cantik plus ibukota Latvia, Riga..kapan ya ada kota secantik ini di Indonesia?

Ilze Selakova yang cantik |

Ibukota Latvia, Riga |